FANFIC YAOI YOOSU/SOMEONE IS YOU/ONESHOOT


Tittle : Someone is You

Author : bie a.k.a jaebie jejungie cassielf

Pairing : yoosu couple and Me a.k.a Author a.k.a Park Soo Bin #hahahahaa~~~ eksis dkit XDD

Gendre : romantic/yaoi

Rating : ???

warning: boyxboy,boys love,shounei-ai,geje,typo,eyd etc

Author pov

“oke…yang menang akan mendapatkan dua tiket nonton ini,bagaimana”kata soo bin

“oke!!!”kata junsu.

“ chun oppa bagaimana??”Tanya soo bin.

“oke…siapa takut,hanya berlari kesana dan kembali kemari kan??”Tanya yoochun.

“ne!!! oke…aku hitung 1 sampai 3,siaaapp~~~ 1,2,3!!!”

Junsu dan yoochun langsung berlari dengan cepat sesekali mereka saling mendorong,membuat soobin berteriak kesal karena mereka main curang.Tak ada yang menang dalam permainan itu,soo bin tak jadi memberikan hadiah untuk junsu dan yoochun.

“hyaaa…kalian bermain curang!!”kesal soo bin.

“mwo!!! Aku lebih dulu sampai…”kata junsu.

“ani…ani…aku duluan su!!”kata yoochun tak mau kalah.

“yak!!! Pokoknya kalian curang…jadi tiketnya untukku saja hehehe”kata soo bin kemudian berjalan meninggalkan junsu dan yoochun yang kini kesal.Junsu dan yoochun menyusul soo bin dan menjahilinya.Junsu mengambil tiket tersebut dan yoochun merangkul soo bin agar tak bisa bergerak.

“yak!!! Oppa curang…berikan!!! Kan perjanjiannya tidak begitu…”kesal soo bin.

“ani,jagi”kata junsu.

“su…berikan aku satu”pinta yoochun sambil mengulurkan tangannya kearah junsu,junsu memberikan tiket kepada yoochun satu dan untuk dia satu juga soobin.

Soo bin merengut kesal melihat namjachingunya dan juga oppanya menindasnya.Soo bin langsung meninggalkan mereka berdua,namun junsu langsung menyusul soo bin untuk merayunya agar tidak marah lagi.Tinggallah yoochun dibelakang yang menatap junsu dan adiknya yang meninggakannya,raut wajah yoochun yang tadinya senang berubah sendu.Dia melihat tiket yang diberikan junsu ditangannya,dia merobek tiket itu dan membuangnya kesembarang tempat.

“haahh…aku menganggu mereka jika aku ikut”kata yoochun kemudian menyusul junsu dan soobin.

“ayolaahh jagi…masa hanya karena kami curang kau marah???”mohon junsu.

“mwo?? Kalian menindasku…kau dan oppa!”kata soo bin kesal sambil menunjuk junsu juga yoochun bergantian.

“hyaaa…oppa minta maaf deh,oke jelek!”gurau yoochun dan merangkul pundak soo bin.

“baiklah…tapi besok aku tidak ingin kerumah sakit yah”tawar soo bin.

“mwo??? Andwae!!!”marah yoochun.

“sekali saja oppa,ne?? lagi pula jantungku baik-baik saja hehehehe”

“jagi…kau tidak boleh tidak kerumah sakit,kau keras kepala sekali!”kesal junsu kemudian menjitak kepala soo bin.

“sakiiitt~~ huh!!! Kalian menyebalkan sekali…tapi junsu oppa mengantarku yah??”

“ne…”sahut junsu,soo bin pun terlihat sangat senang.

Yoochun melirik adiknya yang sangat senang kemudian melirik junsu yang tampak memaksakan senyumnya.Yoochun mengerutkan keningnya heran.Yoochun dan soo bin pulang bersama sedangkan junsu pulang dengan berjalan kaki.Yoochun sudah sampai didepan rumahnya dia menurunkan soo bin kemudian meminta izin pergi lagi entah kemana.Soo bin tampaknya tidak banyak Tanya dia memperbolehkan yoochun.Yoochun tersenyum kemudian berjalan meninggalakan rumahnya,yoochun kembali ketempat semua dimana dia,junsu dan adiknya berada.Yoochun memelankan laju mobilnya sambil matanya mencari junsu pasti junsu belum jauh dari ,yoochun melihat orang yang dimaksudnya.Yoochun menghentikan mobilnya disamping orang tersebut membuat orang itu berhenti dan menatap yoochun heran.

“yoochun…wae???”Tanya junsu

“ayo naik aku antar kau pulang”kata yoochun sambil membukakan junsu pintu mobil.

“ani…rumahku sudah dekat”tolak junsu.

“sudah naik saja,aku juga mau lewat jalan sana sekalian saja bagaimana???”

Junsu tampak berpikir sejenak dia memandang yoochun sebentar kemudian dia mengangguk,yoochun tersenyum lalu tanpa basa-basi dia langsung tancap gas.Junsu terus saja diam begitu pula yoochun keadaan tiba-tiba berubah canggung.Junsu sesekali melirik kearah yoochun yang tengah menyetir namun dia cepat mengalihkan pandangannya jika yoochun memergokinya.Yoochun menghentikan mobilnya ditempat yang junsu maksudkan,junsu turun dari mobil yoochun.

“gomawo yoochun-ah…”kata junsu sambil tersenyum.

“cheonmane su…aku pulang yah”

“eh? Bukannya kau ingin pergi kesuatu tempat??”heran junsu.

“ani,aku bohong agar aku bisa mengantarmu pulang…dah aku pulang”kata yoochun kemudian tancap gas dengan cepat meninggalkan junsu yang hanya melongo,dia melhat mobil yoochun yang mulai menjauh.Junsu tersenyum kemudian melambaikan tangannya.

Author pov end

Yoochun pov

Aku senang melihat wajahnya yang kaget seperti itu tetapi apa aku melakukan hal yang salah??? Aku menyukai namjachingu adikku.Sepertinya perasaan ini harus aku kubur dalam-dalam,aku juga sangat bodoh menyukai namjachingu adikku bagaimana jika soo bin tahu aku menyukai junsu??? Pasti dia akan sangat sedih tetapi aku…hah! Sudahlah,masa aku tega dengan adikku *ane rela oppa kau dgn junpa aja aqq udh pux jaepa*.Aku sudah sampai didepan rumah kulangkahkan kaki memasuki rumahku yang dihuni hanya aku dan soo bin orangtuaku sudh tiada jadi aku yang menjaga soo bin.

“aku pulang…”kataku sambil menutup pintu.

“oppa!!!”teriak soo bin ketika melihatku.

“mwo??”tanyaku

“eh,oppa dan junsu oppa saja yah yang pergi nonton nanti malam…”kata soo bin,aku mengerutkan keningku tidak biasanya soo bin membatalkan acaranya dengan junsu.

“wae??? Kau sakit???”

“ani,aku ada kerja kelompok malam ini temanku akan datang jadi oppa dan junsu oppa yang pergi saja yah…kan sayang kalau tiketnya kebuang begitu saja”kata soo bin panjang lebar,dasar cerewet.

“tiketku tadi jatuh entah kemana soo bin…kalau kau tidak bias pergi yah tidak usah pergi semuanya”kataku santai sambil duduk didepan tv.

PLETAK!!!

“aw!!!”aku mengosok kepalaku tiba-tiba saja soo bin memukul kepalaku.

“aku bersusah payah mendapatkan tiket itu dan oppa membuangnya!!!! Haaaiisss…ini! Oppa ambil saja tiketku,bereskan….dasar lebar!!!”ejek soo bin padaku.

“yak!!! Aku tidak bisa pergi soo bin…kenapa memaksa seperti itu??”kataku kesal.

“memangnya kenapa??? Aku suka memaksa hehehe…sudah aku mau belajar!”soo bin meninggalkanku sendiri didepan tv sedangkan dia naik kelantai atas tepatnya dikamarnya.

“Hei!!! Anak jelek…aku tidak mau!!”kesalku.

Yoochun pov end

Author pov

Soo bin berlari menuju kamarnya dia bisa mendengar suara kesal yoochun dibawah.Soo bin menghentikan langkahnya dan duduk didepan pintu kamarnya.Soo bin mengeluarkan sebuah buku yang dia sembunyikan dibalik bajunya tadi,dia memandang buku itu dan memberanikan dirinya untuk membukanya lagi.Soo bin menangis melihat semua isi buku itu,ada foto junsu dan beberapa tulisan yoochun disana.Soo bin merasa jika dirinya telah menghalangi perasaan oppanya mencintai junsu,soo bin tahu jika oppanya itu penyuka sesama jenis karena yoochun sendirilah yang menceritakan hal itu kepada dirinya.Dugaan soo bin benar selama ini jika oppanya menyukai junsu,soo bin menghela nafas panjang dia menghapus airmatanya kemudian menutup buku pribadi yoochun yang lancang diambilnya dikamar yoochun.

“kalian harus bersama…aku tidak bisa mengalangi kalian,lagi pula sebentar lagi aku akan mati”gumam soo bin lalu masuk kedalam kamarnya.

Tepat jam 7 malam yoochun sama sekali belum bersiap-siap pergi.Soo bin menjadi jengkel melihat oppanya,dia berjalan kedekat yoochun kemudian menarik telinga yoochun ikut dengannya.

“yak!!! Yak!! Soo bin…sakit anak nakal!!!”

“kau ada acara malam ini kenapa belum ganti baju???”kesal soo bin.

“aku tidak ingin pergi soo bin”tolak yoochun.

“oppa harus pergi…junsu oppa sudah menunggu oppa di bioskop~~,ayo pakai baju ini”kata soo bin sambil menyodorkan pakaian yang harus dipakai yoochun,yoochun mengambil baju itu dengan kasar kemudian berjalan masuk kekamarnya.lima menit cukup akhirnya yoochun keluar dari kamarnya,soo bin langsung menghampir oppanya kemudian menariknya lagi keruang tengah.

“emm…oke juga baju ini hehehe,sip!! Semoga berhasil yah oppa!!”kata soo bin.

“berhasil apa??? Memangnya aku ingin pergi kencan dan menyatakan cinta dengan seseorang??”kesal yoochun

“emm…mungkin saja,sudah sana…baik-baik oke!!!”

“kau kenapa sih??? Sangat aneh…”yoochun tampak curiga dengan kelakuan soo bin,soo bin membuat pout dibibirnya dia kesal karena dimarahi oleh yoochun.Tapi soo bin tetap kekeh menyuruh yoochun berangkat,soo bin mendorong yoochun masuk kemobilnya.Kemudian tersenyum aneh kepada yoochun sambil memberikan yoochun dua jempol.

“kau itu kenapa sih soo bin??? Memaksa oppa pergi dengan junsu…oppa tahu oppa suka namja tapi tidak mungkin aku menyu…”yoochun hampir keceplosan dia menutup mulutnya dan diam sejenak.

“PARK YOOCHUN!!! HWATING!!!”kata soo bin tiba-tiba membuat yoochun tidak diam lagi.

“tapi soo bin…”

“haiss….JENONG!!!! JALAN TIDAK!!!”marah soo bin sambil memukul mobil yoochun membuat yoochun menganggukan kepalanya kemudian menjalankan mobilnya cepat.

Soo bin tersenyum melihat kepergian oppanya,soo bin menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya dengan pelan.Dia menatap langit lama kemudian berjalan masuk kedalam rumah.

Author pov end

Junsu pov

Ada apa soo bin tidak bias pergi bersamaku dan malah menyuruh yoochun menemaniku?? Tidak biasanya soo bin begini.Apa dia sakit yah?? Aku telpon panggilanku tidak diangkat.Nanti aku tanyakan kepada yoochun saja,yoochun lama sekali.Antrian disini sudah ramai nanti tidak jadi nonton lagi.

“junsu!!!”aku melihat yoochun sedang berlari kearahku

“yaahh…kau telat,lihat orang-orang sudah ramai pasti kita paling lama”kesalku.

“mianhae…tadi aku bertengkar sedikit dengan soo bin”katanya

“bertengkar dengan soo bin??? Memangnya soo bin kenapa??? Terus kenapa dia tidak jadi ikut??”tanyaku panjang lebar.

“ani…aku tidak tahu,dia tidak mau menjawab pertanyaanku”

“hmm…dia mulai aneh lagi”kataku.

“sudah…lebih baik kita antri sekarang”yoochun menarik tanganku tiba-tiba,aku langsung tersentak kaget rasa gugup menjalar diseluruh tubuhku.Dia menarikku ikut mengantir,begitu banyak orang yang mengantri sampai kami harus dorong-dorongan.Tubuhku terhimpit ditembok yoochun yang berada disampingku melihat aku sedikit kesakitan karena orang-orang menghimpit tubuhku yang kecil dari pada mereka.Yoochun narik tubuhku dan memerangkapnya diantara kedua tangannya sehingga tubuhnya yang terhimpir oleh orang-orang.Wajahku begitu dekat dengannya aku bias mencium aroma parfum yang dipakainya sama dengan aroma parfum yang pernah dipakainnya waktu pertama kali bertemu dengannya.

“yoochun…”panggilku dan refleks dia berbalik,tidak sengaja hidungnya menyentuh hidungku.

“ah,mianhae…wae??”tanyanya

“apa sebaiknya kita tidak usah nonhmmpph…”mataku membulat kaget ketika yoochun mencium bibirku,dia pun ikut kaget.Aku langsung mendorong tubuhnya kedepan.

“yoochun…”kataku sambil memegang bibirku.

“ah,junsu!!!…bukan aku orang dibelakang mendorongku jadi aku tidak sengaja su…mianhaeyo”katanya.

“aahh~~ ne,gwe…gwenchana chun”kataku kemudian mengalihkan pandanganku ketempat lain.

Junsu apa yang terjadi barusan??? Kau dan yoochun berciuman! Yah,meski hanya sebatas kecupan.Tapi rasanya sangat nyaman,yak! Bodoh kau mempunyai soo bin tidak mungkin kau menyukai yoochun.Kau sudah berjanji dengan dirimu sendiri agar mengubur dalam-dalam perasaanmu dan mencoba menjadi orang normal.Aku menghembuskan nafasku kemudian memandang kedepan,sepertinya antriannya masih panjang.Aku melirik yoochun disampingku dia tampak tenang,namun kemudian dia malah menarik tanganku menjauh dari tempat antrian.

“yoochun…kau mau kemana??? Kita sedang antri”kataku.

“lebih baik kita tidak usah nonton,kita ketempat lain saja bagaimana???”tawar yoochun padaku.

“kemana???”tanyaku

“kesungai han saja,pasti disana asyik”

“tapi…”belum kuselesaikan kalimatku yoochun langsung menarikku dan membawaku ikut dengannya kesungai han.

Tidak lama kami sampai disungai han tampak seppi dan sangat dingin disini,apanya yang asyik??.Yoochun berjalan duluan mendahuluiku kemudian dia langsung duduk dan bersandar dibawah pohon,aku mengikutinya dan ikut duduk bersamanya.

“yoochun…kita mau ngapain disini??”

“melihat bintang dan bulan…”katanya

“melihat bintang dan bulankan bisa dirumah…atau dimana saja”kataku

“kenapa kau tidak suka aku ajak kemari??”tanyanya.

“ani…bukan itu hanya saja disini udaranya terlalu dingin”kataku sambil memeluk tubhku sendiri.

“dingin???”tanyanya dan aku hanya mengangguk.

Melihatku mengangguk dia langsung membuka jaketnya dan memakikannya kepadaku,lagi-lagi aroma tubuhnya terasan nyaman dipenciumanku.Dia tersenyum kepadaku setelah memakaikan aku jaketnya kemudian dia kembali memandang langit.Aku ikut memandang langit mencoba melihat apa yang menarik diatas sana.Namun tiba-tiba yoochun bersuara.

“junsu…bagaimana perasaanmu kepada adikku??”

“perasaanku kepada soo bin??? Wae??”tanyaku balik.

“kau mencintainya atau tidak??”Tanya lagi.

“kenapa kau bertanya seperti itu??”tanyaku lagi.

“ani…aku hanya bertanya saja”jawabnya tanpa melihat wajahku.

“oh…”anggukku

“junsu…aku…aku mencintai seseorang,kau tahu orang itu siapa???”yoochun berbalik melihatku.Namun dia mendekat kearahku aku memundurkan wajahku darinya namun semakin aku menghindari semakin dia mendekat.

“yoochun…ada apa denganmu??”tanyaku.

“apa kau tahu?? Aku sudah memendam ini 3 tahun…aku…”perkataan yoochun terpotong karena tiba-tiba ponselnya berdering.Yoochun tampaknya sadar jika dia melakukan hal yang aneh,dia menari tubuhnya agak menjauh dariku.

“yoboseyo…ne,MWO!!! Ne…”yoochun mematikan ponselnya begitu saja dan berlari mennggalkanku.

“yoochun…wae???”tanyaku ketika berdiri disamping mobilnya.

“soo bin masuk rumah sakit,ayo cepat masuk…”aku membelalakkan mataku kaget tanpa banyak bicara aku masuk kedalam mobil dan yoochun langsung tancap gas menuju rumah sakit.

@Hospital

Aku dan yoochun berlari keruang operasi,kata teman soo bin jika soo bin tiba-tiba saja kesakitan dan akhirnya pingsan.Aku sudah sampai didepan ruang operasi bersama yoochun namun,dokter tak membiarkan kami untuk masuk.Aku duduk dibangku bersama yoochun.Yoochun terlihat sangat cemas begitu pula aku sangat cemas melihat keadaan soo bin.Aku melihat beberapa dokter dan suster bolak balik keluar masuk ruang operasi.

“junsu…bagaiman jika soo bin tidak bias selamat??”Tanya yoochun padaku.

“soo bin akan selamat chun-ah…dia bisa melalui ini”kataku menenangkannya.

Begitu lama kami menunggu ini sudah terlalu lama untuk dikatakan menunggu,dokter atau pun tanda-tanda operasi selesai belum terlihat.Aku menghembuskan nafasku panjang sambil mengusap wajahku.Tiba-tiba lampu operasi mati berarti oprasi selesai,beberapa dokter dan suster keluar dari ruang operasi.Aku dan yoochun langsung menghampiri okter tersebut.

“bagaimana keadaan adik saya dokter???”

“soo bin bagaimana dokter??? Dia baik-baik sajakan??”

“apa operasi berhasil???”Tanya yoochun

“maaf,kami…”

“bawa pasien keruang mayat”aku mendengar suara seorang dokter mengatakan ruang mayat,perasaanku pun menjadi tidak enak.Aku melihat sebuah ranjang keluar dari ruang operasi,soo bin tidak mungkin soo bin pergi.Aku berjalan mendekati ranjang tersebut dan benar itu soo bin wajahnya yang pucat terlihat tenang.Aku menangis dihadapan mayatnya,yoochun sendiri sudah jatuh terduduk dilantai sambil terus berteriak memanggil nama soo bin.

“soo bin…ireona…soo bin…”kataku sambil menguncang tubuhnya.

“yoochun!!! Soo bin hanya tidur…”kataku kepada yoochun namun yoochun hanya mengelengkan kepalanya.

Aku tidak bisa menahan airmataku,soo bin benar-benar pergi meninggalkan aku.Kenapa dia pergi tanpa pamit padaku dan yoochun?? Apa sebenarnya yang engkau rencanakan soo bin?? Kau begitu tega melakukan ini padaku dan yoochun.

“maaf…saya menemukan ini ditangan pasien ketika dia baru saja dibawah kesini”seorang dokter memberikan sebuah kertas kepada yoochun.Aku memandang yoochun kemudian memandang mayat soo bin yang kini mulai menjauh karena para suster telah membawanya pergi.

Aku menghampiri yoochun ingin menanyakan apa isi kertas tersebut namun tiba-tiba saja yoochun memberikanku tatapan tajam begitu mematikan.Aku melihat ada kebencian disana,dia meremas kertas itu dan membuangnya kearahku.Aku tersentak kaget dan memungut kertas tersebut.Kubuka kertas itu ternyata sebuah surat.Isi surat itu membuatku kaget setengah mati,aku beralih melihat yoochun yang kini sedang menundukkan kepalanya.

“yoochun…”

“sebaiknya kau pergi junsu…ini semua karena kau,karena kau ada…karena kau muncul dikehidupanku dan soo bin aku berhasil membuat adikku pergi meninggalkanku”aku tersentak kaget mendengar perkataan yoochun,aku tidak mengerti apa-apa tentang ini.

“yoochun-ah…aku tidak…”

“pergi…jangan pernah kau kembalik lagi dan jangan pernah kau beremu denganku dan jangan pernah kau muncul dipemakaman soo bin…karena aku tidak ingin kau ada”katanya rasanya perkataan yoochun begitu menoyok dadaku.Aku tidak tahu apa-apa tentang ini dan yoochun tiba-tiba saja membenciku.Aku berusaha ingin mengatakan sesuatu tetapi yoochun terus saja mengusirku.Dengan hati yang sangat sakit aku meninggalkan tempat itu.

Junsu pov end

Junsu berjalan kaki pulang kerumahnya,dia tampak seperti orang bodoh tak ada yang bias dilakukannya sekarang.Soo bin telah meninggalkannya sedangkan yoochun tiba-tiba saja membencinya.Junsu merasa yoochun menuduhnya bawa dialah penyebab kematian soo bin.Junsu menarik nafas panjang,belum jauh dari rumahnya junsu mendengar suara teriakkan dari arah rumahnya.Junsu berlari dan betapa kagetnya dia melihat apa yang terjadi dengan rumahnya.

“jangan hancurkan rumah kami….”

“umma…waegeure???”

“junsu-ah….beritahu kepada yoochun agar dia tidak menghancurkan rumah kita dan mengusir kita junsu…”

“yoochun…”gumam junsu,junsu bangun dari duduknya dia berjalan kearah para pengacau suruhan yoochun.

“pergi kalian!!! Kenapa kalian menghancurkan rumahku!!”teriak junsu marah.

“kami disuruh oleh tuan park untuk mengusir kalian dari sini…sebaiknya kau pergi sebelum bos kami menyuruh polisi menyeret kalian dari rumah ini”ancam orang tersebut.

Junsu menangis melihat rumahnya dihancurkan begitu saja,junsu berjalan kearah ummanya.Dia mengangkat tubuh ummanya yang telah lemah tak berdaya,dia memapah tubuh ummanya pergi dari tempat tersebut.Junsu terus menangis seiring dirinya mulai menjauh dari rumahnya.

“yoochun…kau harus membayar ini,aku membencimu untuk selamanya!!! Kau…tidak akan pernah kumaafkan meski kau sekarat sekalipun!!”batin junsu.

Junsu dan ibunya pun pergi dari seoul tak ada kabar lagi tentang junsu.Junsu bagaikan ditelan bumi,yoochun sendiri telah berubah menjadi seorang yang angkuh dan begitu kasar tak seperti dulu ketika soo bin masih hidup.Kehidupan yoochun dipenuhi dengan gigolo-gigolo dan minuman keras,yoochun setiap harinya mendatangi club malam langganannya.Hari ini yoochun dan beberapa teman kantornya untuk bersenang-senang.

“hei! Kau…”

“ne,tuan…layani orang yang disana kaukan orang baru jadi aku yang melayaninya”

“baik,tuan…”

“ini kunci kamarnya…awas!!jangan membuat pelanggan itu marah dia adalah pelanggan tetap disini kau tahu??”

“ne,arasso…”

“bagus,sana pergi…”

Namja tersebut berjalan menuju kamar yang telah diberitahukan oleh bosnya.Namja itu tengah berdiri didepan pintu dan akhirnya dia memberanikan dirinya mengetuk pintu,terdengar suara yang mempersilahkannya masuk.Namja itu pun membuka pintu.

“kau orang baru bukan???”Tanya namja yang sedang berdiri membelakangi namja dibelakangnnya.

“ne…”

“bagus…berarti kamu masih virgin,aku ingin…kau??!!!”

“yoochun…”kaget namja tersebut

“ju…junsu???”

“aku harus pergi”junsu berbalik berusaha pergi dari tempat tersebut,namun tangan yoochun menarik lengannya dan menghimpit tubuh junsu kedinding.Yoochun menatap wajah junsu,wajah yang tak pernah dilihatnya selama ini.Junsu menatap yoochun dengan tatapan kebencian,yoochun mengangkat tangannya ingin memegang wajah junsu namun junsu memalikan wajahnya tak ingin disentuh oleh yoochun.

“lepaskan aku yoochun…”kata junsu

“kenapa kau disini?? Kenapa bekerja menjadi seorang pelacur!!!”marah yoochun tiba-tiba.

“kau tidak berhak peduli padaku!!! Aku mau kerja apapun itu urusanku yoochun…lepaskan tanganmu”

“tidak…”kekeh yoochun

“lepas…”

“tidak,kau harus melayaniku malam ini…”

“aku tidak ingin!!! Meski kau pelanggan disini…kau sendiri yang ingin aku tidak muncul dihadapanmu kenapa sekarang kau malah melarangku pergi!!!! Aku membencimu yoochun!!! Karena kauuu…ummaku meninggal karena kau aku harus membayar utang dengan bekerja sebagi pelacur!!! Sudah cukup yoochun kau membuataku menderita…sudah cukup,jadi aku mohon lepaskan tanganmu”kata junsu yang kini sudah menangis dihadapan yoochun.

“mianhae…”kata yoochun sambil menghapus air mata junsu,junsu terus saja menangis.

“aku tidak perlu maafmu yoochun…aku ingin kau membiarkan aku pergi itu saja”kata junsu.

“tidak,maafkan aku su…selama bertahun-tahun aku menyesali perbuatanku aku sadar jika ini bukan salahmu atau pun salah siapa-siapa su….aku tidak akan melepaskanmu lagi! Tidak akan pernah”kata yoochun sambil memeluk junsu dengan erat.

“lepas…aku tidak ingin berada didekatmu!!! Aku ingin kau pergi dari hidupku!!! PERGI!!!”junsu mendorong tubuh yoochun hingga terpental dan jatuh kelantai.Junsu melihat kesempatan itu langsung lari meninggalkan yoochun,yoochun tidak tinggal diam dia berlari mengejar junsu.

Junsu terus berlari sambil terus menangis.Junsu mengelengkan kepalanya mendengar suara yoochun yang terus memanggilnya.Namun lambat laun suara yoochun menghilang dan berganti hanya suara erangan kesakitan dibelakang junsu,junsu berbalik kebelakang dan melihat yoochun telah terkapar ditengah jalan raya.Junsu kembali menghampiri yoochun yang tengah kesakitan.

“YOOCHUN!!!! Yoochun…gwenchana?? Gwe..gwenchana???”

“mianhae su…maafkan semua…akh!! kesalahanku..uhuk…uhuk…aku…aku…selalu ingin bilang ini…seseorang yang…akh!! Aku cintai itu..uhuk…uhuk…adalah..AKH!!!”

“ani…ani…jangan bicara apapun,kau harus kerumah sakit sekarang…ne??”

“aku mencintaimu su…”kata yoochun sambil memegang wajah junsu,junsu hanya menganggukan kepalanya smbil terus menangis.

“aku…aku juga mencintaimu yoochun,kau harus bertahan ne??? jangan tinggalkan aku ara??”yoochun hanya tersenyum kemudian pelan-pelan matanya mulai tertutup.Junsu pun menjadi panik dia berteriak minta tolong sampai akhirnya beberapa orang menolongnya dan membawanya ke rumah sakit.

@hospital

Junsu tengah duduk disamping yoochun,yoochun sama sekali belum sadarkan diri.Junsu terus menangis karena dia yoochun jadi tertabrak mobil.Junsu membaringkan kepalanya diranjang yoochun.Dan akhirnya dia pun tertidur.

Yoochun pov

Aku membuka mataku melihat disekelilingku begitu terang,aku merasakan rasa sakit dikepalaku.Kupalingkan kepalaku kesamping,aku melihatnya tengah tertidur dengan tanganku sebagai bantalnya.Aku tersenyum dan mengusap kepalanya lembut dengan tanganku yang satu,namun karena perbuatanku itu dia akhirnya terbangun.

“yoochun…kau sudah sadar???”tanyanya

“kau kenapa tidak membiarkan aku mati saja…”kataku dan dia mengelengkan kepalanya.

“kenapa mengatakan hal seperti itu??? Aku tidak ingin kau meninggalkan aku…aku tidak mau”katanya sambil mulai menangis lagi.

“kau membenciku bukan??”

“ani…aku tidak membencimu,jangan mati…hiks…hiks…tak ada lagi yang menemaniku jika kau pergi”tangisnya.

“aku tidak akan pergi su…aku mencintaimu”kataku

“aku juga mencintaimu chunnie…”katanya.

“chunnie??? Nugu??”

“aku boleh memanggilmu chunnie,boleh yah??”

“terserah kau saja sayang…haahh~~ soo bin,aku berterima kasih padamu…karena kau aku bisa mencintai junsu…”kataku sambil menatap wajahnya yang juga menatapku.

“soo bin…maafkan oppa tidak bisa menjadi orang yang baik untukmu,ne?? tapi gomawo sudah merestui aku dan yoochun”

“memangnya kau tahu jika soo bin merestui kita??”godaku padanya.

“chunnieeeee….”kesalnya.

“hehehe….ne,sayang…soo bin akan selalu merestui kita~~ su…kemari”aku mengeser badanku sedikit menyisahkan tempat untuknya.

“untuk apa chunnie??”tanyanya.

“tidur bersamaku….ayolah sayang”kataku

“ne…”jawabnya,dia naik diranjangku dan ikut berbaring bersamaku.Aku memeluknya dengan tangan kiriku.

“aku mencintaimu sayang…”

“ne,aku tahu chunnie…”katanya.

“kalau tahu berikan aku hadiah…kiss!”kataku sambil mengetuk-ngetuk bibirku,wajahnya langsung memerah melihatku mengodanya.

Dia terus saja menundukan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang telah memerah dibalik dadaku.Ku tarik dagunya melihat kearahku,aku mendekatkn wajahku dan bibirku telak mencium bibirnya.Kucium bibirnya lembut dan berusaha membuatnya sedikit intens,tadinya dia tidak membalasnya namun akhirnya dia membalas ciumanku.Dia merengkuh wajahku lebih dalam agar ciuman kami semakin intens.Kutarik pingganya dengan tangan kiriku sedangkan tangan kananku tengah mengelus pipinya.Bunyi kecapan terdengar cukup keras,kulumat bibir mungilnya dengan napsu begitu pula dengannya.Ku tarik pinggangnya lebih mendekat kearahku,dia pun memperdalam ciuman dibibirku.Lidahnya sudah bermain leluasa didalam mulutku,dia mendesah ketika aku mengisap bibirnya kuat.

“nngg…aahh…chun…aahh..nie…aku…kehabisan..aahh..nafas…”aku mendengar perkataannya,kulepaskan ciumanku dibibirnya dan beralih mengecup keningnya kemudian kembali memeluknya erat.

“chunnie…hosh…aku mencintaimu…”katanya.

“aku juga mencintaimu saying….su,aku ingin kau menjadi istriku dan memberikan aku anak kau maukan saying???”katakua,dia tampak kaget matanya mulai berair.Aku tak tahu dia menangis karena apa tetapi akhirnya dia menganggukkan kepalanya.Aku sangat senang melihat jawabannya aku mencium wajahnya bertubi-tubi dan dia hanya tertawa geli.

“chunnie…gelii…sudahh…chunnie…”

“gomawo saying…aku akan membahagiakanmua ne?? you believe me??”

“yes,I believe you…saranghae”

“saranghae sayang….”kataku kemudian kembali mencium bibirnya lembut.

Yoochun pov end

THE END

2 thoughts on “FANFIC YAOI YOOSU/SOMEONE IS YOU/ONESHOOT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s